Rabu, 09 September 2009

SITUS DORO BATA.....

BENARKAH ADA BANGUNAN CANDI DI BAWAH SITUS DORO BATA ?
Doro Bata (Gunung/bukit batu bata) merupakan gundukan tanah kosong atau sebuah bukit yang terletak  di tengah perkampungan warga tepatnya di Kelurahan Kandai I Kec. Dompu. Konon bangunan atau situs tersebut dahulunya pernah menjadi bagian dari sebuah perjalanan kisah tentang kerajaan Dompu. Diduga di dalamnya terdapat candi seperti Borobudur yang tertimbun sewaktu gunung Tambora meletus pada tahun 1845. Sebab, letusan gunung yang dahsyat sepanjang sejarah dunia itu, telah menghancurkan empat kerajaan yakni : kerajaan Pekat, Sanggar dan kerajaan Tambora.
Beberapa ahli arkeologi yang pernah melakukan penelitian di lokasi tersebut menuturkan bahwa, Doro Bata diperkirakan sebagai tempat pertemuan para NCUHI (raja – raja) kecil, selain itu situs tersebut diduga merupakan sebuah bangunan tempat pemujaan. Diatas doro bata Terdapat sumur kecil, konon sumur tersebut dimanfaatkan oleh warga setempat jika tengah musim kemarau. Lebar atau luas puncak doro bata sekitar 100 meter persegi . Doro Bata telah beberapa kali diteliti oleh para arkelog Indonesia dan asing.
Para arkelogi melakukan penggalian sedalam 1,5 meter dari permukaan bukit dengan ukuran empat kali lima. Hasilnya, para arkelog menemukan adanya susunan bata berbentuk candi secara berurutan. Pada tahun 2004 – 2005 pemerintah pusat pernah berniat akan menggali situs kerajaan Dompu di Dora Bata dengan pola kerja sama anggaran, yakni pusat Rp4 milyar dan Pemkab Dompu Rp1 milyar. Tetapi Pemerintah Kabupaten Dompu saat itu mengaku belum siap untuk menyediakan anggaran sebesar itu.
Pada Tahun 2010 Pemerintah Provinsi NTB melalui (Bapeda NTB) berencana akan menjadikan lokasi situs Doro Bata ini sebagai hutan kota. Rencana tersebut dilakukan agar situs Doro Bata tidak hilang dan tetap dipelihara. Saat ini juga Doro Bata mulai ditata, termasuk beberapa peninggalan sejarah di sekitarnya, seperti Candi Sambi Tangga yang berjarak satu kilometer dari doro bata, kali besar Sore Nae, Situs Waru Kali (Komplek makam kuno) dan sebagainya.
Menurut cerita warga setempat, adanya sumur kecil yang berkedalam kurang satu meter diatas doro bata tersebut, yakni bisa mengeluarkan air yang dipercayai oleh masyarakat sekitar membawa rezeki dan barakah. Dimana, jika masyarakat memiliki hajat dan berdo’a atau melakukan ritual disana, kemudian mengeluarkan air maka bertanda baik.(*).

Selasa, 08 September 2009

KA`BAH AL-MUKARROHMAH



           Bagi umat Islam, tempat ini wajib dikunjungi sebelum meninggalkan dunia ini jika mampu. Tempat ini sangat istimewa, sebuah tempat di mana jutaan umat islam menghadap ketika berhubungan dengan penciptanya, salah satu lambang universalnya agama Islam. Tempat ini memiliki sejarah yang panjang, dimulai ketika Nabi Ibrahim AS, bapak para nabi, bersama anaknya, Nabi Ismail memugar bangunan suci tersebut yang telah ada semenjak Nabi Ibrahim meletakkan Hajar dan Ismail ketika bayi. Jauh setelah jaman Nabi Ibrahim, Ka’bah dikuasai oleh bangsa Arab yang kafir, memenuhinya dengan patung-patung sesembahan yang jelas-jelas dilarang dalam ajaran Nabi Ibrahim AS, nenk moyang bangsa Arab dan bangsa Yahudi, serta ajaran Nabi Musa AS kepada bani israil. Dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW untuk membersihkan Ka’bah dari segala bentuk kekafiran sekaligus melepaskan Mekkah dari masa kegelapan jahiliah.
           Biasanya orang-orang yang pergi haji dan melihat langsung Ka’bah akan menjatuhkan air mata bisa karena terkenang perjuangan Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, Hajar, dan juga Nabi Muhammad SAW atau juga karena melihat langsung ke mana arah selama ini mereka menghadap ketika sholat. Namun ketika seseorang berlebihan ketika melihat Ka’bah, di sinilah bahaya musrik terjadi. Seseorang dapat menganggap mereka beribadah kepada Ka’bah, padahal Ka’bah bukan sesembahan melainkan tempat manusia beribadah kepada Allah SWT.
           Di tanah Haram Mekkah terdapat mata air zam-zam yang tidak pernah kering walaupun puluhan tahun bertanki-tanki diambil airnya yaitu mata air zam-zam, mata air yang diberikan oleh Allah SWT melalui maikatnya kepada hamba-Nya yang tabah dan sabar, istri Nabi Ibrahim, Hajar untuk diminumkan kepada bayi Ismail. Di sinilah salah satu kebesaran Allah SWT tentang bagaimana tanah yang tandus dan berbatu menghasilkan sumber mata air yang tidak pernak kering walaupun diambil oleh jutaan umat setiap tahunnya.
           Masih banyak lagi cerita tentang teladan para utusan Allah SWT mengenai Ka’bah yang dapat meningkatkan ketakwaaan kita mulai dari pengorbanan, kesabaran, ketauhidan, perjuangan, dan kepatuhan terhadap Allah ‘Azza Wajalla. Intinya, kalau beragama Islam, harus diusahakan agar dapat mengunjunginya untuk beribadah, memenuhi rukun Islam yang terakhir, untuk melengkapi kehidupan sebagai seorang muslim.(*).

KAPAL NABI NUH DITEMUKAN KAN ?



ARTIFAK YANG DIDUGA KAPAL NABI NUH DITEMUKAN…?
     Di sebuah gunung yg sentiasa diselimuti salju yg terletak di Timur Turki, tersembunyi sebuah misteri "berharga" yang berusia lebih dari 5000 tahun. Peninggalan sejarah yg maha berharga itu bukan saja menarik minat para pengkaji Sejarah saja, namun pihak penyelidik US seperti CIA/KGB pun mencoba untuk melakukan penelitian disana. Sejauh ini CIA telah menggunakan satelite dan pesawat 'Stealth' utk mengambil gambar objek yg terdampar di puncak gunung tersebut.
     Gambar2 itu telah menjadi "rahasia besar" dan tersimpan rapi dengan kawalan yg ketat bersama dengan "rahasia2" penting yg lain di Pentagon. Sudah beratus2 orang mencoba untuk mendaki Gunung Aghi-Dahl yg kerap dijuluki juga sebagai "Gunung Kesengsaraan" atau dengan nama peta-nya yaitu Mount Ararat, namun hanya beberapa2 orang saja yang berhasil menaklukannya.Sebagian lagi selebihnya hanyalah menambah deretan panjang pendaki-pendaki yang menjadi korban keganasannya.Hingga hari ini, hanya ada beberapa orang pendaki yg dapat sampai ke puncak Mt.Ararat sekaligus dapat menyaksikan dgn mata kepala sendiri sebuah artifak yg 'mahaberharga' tersimpan abadi dipuncaknya.
Lalu apakah sebenarnya artifak "mahaberharga" yang terkubur selama ribuan tahun di puncak Ararat itu? Yup,menurut para ahli kepurbakalaan, mereka menafsirkan bahwa artifak dengan dimensi yang sangat besar tersebut tak lain adalah The Great Noah Ark (Perahu/Bahtera Nabi Nuh)!Seperti yang kita ketahui bahwa The Great Pyramid of Giza, Mesir telah terkubur didalam tanah selama kurang lebih 2000 tahun lamanya sebelum ditemukan dan dilakukan penggalian terhadapnya.
     Begitu pula halnya dengan The Great Noah Ark ,sebelum terjadinya sebuah gempa bumi hebat yang melanda daerah itu pada 2 Mei 1988 silam ,artifak tersebut tertimbun di bawah salju hampir selama 5000 tahun lamanya tanpa ada yang mengetahui bahwa sebenarnya tersimpan sebuah rahasia besar didalamnya. Sebenarnya, zaman Nabi Noah AS dulu tidaklah seprimitif yg kita semua bayangkan. Pada hakikatnya pengetahuan Sains dan teknologi mereka sudah maju pada masa itu.
Contohnya dari beberapa hasil temuan di kaki Mount Ararat, Para Pengkaji dan Scientist Russia telah menemui lebih kurang 500 kesan artifak batu baterai elektrik purba yg digunakan utk menyadurkan logam.Tentunya temuan tersebut bisa membuktikan bahwa masyarakat zaman Nabi Noah/Nuh telah mengenal listrik. Mengikut perkiraan para ahli ,Nabi Noah AS kira-kira memulai membangun bahteranya pada tahun 2465 B.C dan hujan lebat baru turun dan mengguyur bumi selama bertahun- tahun sehingga mengakibatkan munculnya air bah maha dasyat yang rata-rata dapat mengahiri sebagian populasi manusia dimuka bumi diperkirakan terjadi pada 2345 B.C Rupa bentuk dari The Great Noah Ark itu sendiri sebenarnya tidak sama dengan bentuk kapal laut masa kini pada umumnya. Menurut para peneliti dan pendaki yg pernah melihat langsung "Noah Ark" di puncak Mt.Ararat serta beberapa image yang diambil dari pemotretan udara,The Great Noah Ark memang merupakan sebuah bahtera yang berdimensi sangat besar dan kokoh.
Kontruksi utamanya tersusun oleh susunan kayu dari species pohon purba yg memang sudah tidak bisa ditemui lagi didunia ini alias sudah punah.Pengukuran obyek yang ditandai mempunyai altitude 7.546 kaki dengan panjang dari bahtera kurang lebih 500 kaki,83 kaki lebar,dan 50 kaki tinggi.
      Ada juga Para Pengkaji berpendapat,"Noah Ark" berukuran lebih luas dari sebuah lapangan sepak bola. Luas pada bagian dalamnnya cukup utk menampung ratusan ribu manusia.Jarak dari satu tingkat ke satu tingkat lainnya ialah 12 hingga ke 13 kaki. Sebanyak kurang lebih ribuan sampai pulahan ribu balak kayu digunakan untuk membangunnya.
Totalnya,terdapat kurang lebih ratusan ribu manusia dan hewan dari berbagai species yang ikut menaiki bahtera ini,Mengikuti kajian dari Dr.Whitcomb, kira2 terdiri 3.700 binatang mamalia, 8.600 jenis itik/burung,6300 jenis reptilia,2500 jenis amfibia yg menaiki The Great Noah Ark tersebut,sisanya adalah para kaum Nabi Nuh yang percaya akan ajaran yang dibawanya.Total berat kargo/muatan bahtera itu keseluruhan mungkin mencapai kurang lebih 24,300 ton. Di sekitar obyek tersebut, juga ditemukan sebuah batu besar dengan lubang pahatan. para peneliti percaya bahwa batu tersebut adalah "drogue-stones", di mana pada zaman dahulu biasanya dipakai pada bagian belakang perahu besar untuk menstabilkan perahu. Radar dan peralatan mereka menemukan sesuatu yang tidak lazim pada level "iron oxide" atau seperti molekul baja. Struktur baja tersebut setelah dilakukan penelitian bahwa jenis "vessel" ini telah berumur lebih dari 100.000 tahun, dan terbukti bahwa struktur dibuat oleh tangan manusia. Mereka percaya bahwa itu adalah jejak pendaratan perahu Nuh.
      Beberapa sarjana berpendapat bahwa kemungkinan besar 'Noah Ark' ini dibangun disebuah tempat bernama Shuruppak, yaitu sebuah kawasan yg terletak di selatan Iraq. Jika ia dibangun di selatan Iraq dan akhirnya terdampar di Utara Turkey,kemungkinan besar bahtera tersebut telah terbawa arus air sejauh kurang lebih 520 Km Mount Ararat Mt.Ararat itu sendiri bukanlah sembarang gunung,ia adalah sebuah gunung yg unik. Diantara salah satu keunikan yg terdapat pada gunung ini ialah, pada setiap hari akan muncul pelangi pada sebelah utara puncak gunung itu. Mt.Ararat ini ialah salah satu gunung yg mempunyai puncak yg terluas di muka bumi ini. Statusnya juga merupakan puncak tertinggi di Turki yaitu setinggi 16,984 kaki dari permukaan air laut.Sedangkan puncak kecilnya setinggi 12,806 kaki .Jika kita berhasil menaklukkan puncak besarnya ,kita dapat melihat 3 wilayah negara dari atasnya, yaitu "Russia,Iran, dan Turkey".
Sebuah "batu nisan" yg didakwa kepunyaan nabi Nuh AS telah dijumpai di Mt.Lebanon di Syria. Batu nisan itu berukuran 120 kaki panjang. Pada tahun 1917,Maharaja Russia Tsar Nicholas II mengirim sejumlah 150 org pakar dari berbagai bidang yg terdiri dari saintis,arkeolog dan tentara untuk melakukan penyelidikan terhadap The Great Noah Ark tersebut. Setelah sebulan, tim ekspedisi itu baru sampai ke puncak Ararat. Segala kesukaran telah berhasil mereka lewati, dan akhirnya menemukan perahu Nuh tersebut. Dalam keadaan terkagum, mereka mengambil gambar sebanyak mungkin Dalam keadaan terkagum, mereka mengambil gambar sebanyak mungkin. Mereka mencoba mengukur panjang perahu Noah dan didapati berukuran panjang 500 kaki, lebar 83 kaki dan tinggi 50 kaki, sebagian lainnya tenggelam di dalam salju.
          Hasil dari perjalanan itu dibawa pulang dan mau diserahkan kepada Tsar, malangnya sebelum sempat melaporkan temuan itu ke tangan kaisar, Revolusi Bolshevik Komunis (1917) meletus. Laporan itu akhirnya jatuh ke tangan Jenderal Leon Trotsky. Sehingga sampai sekarang masih belum diketahui, apakah laporan itu masih disimpan atau dimusnahkan.(*).

Senin, 07 September 2009

PASUKAN KUNING DAPAT SANTUNAN


Ratusan Petugas kebersihan lingkup Pemkab Dompu mendapat santunan berupa paket sembako dari Pengurus Dharma Wanita Persatuan kab. Dompu.

MENYUSURI JEJAK-JEJAK WALI SONGO...


SEJARAH WALI SONGO
          Dari buku serat Dharmogandhul saya mendapatkan:
Pada waktu Siti Jenar dihukum mati darahnya berwarna putih dan berbau harum. terdengar musik dari angkasa .. namun atas kelicikan walisongo, mayat Siti Jenar diganti dengan mayat anjing kemudian dipertontonkan di depan umum................Aliran Siti Jenar inilah yang kemudian berkembang menjadi aliran kejawen di Jawa..
Menengok konflik Masa Lalu Biasanya, konflik yang terjadi di kalangan ulama -terutama ulama jaman dahulu, lebih banyak diakibatkan karena persoalan (rebutan pengaruh) politik. Tidak hanya terjadi pada era kiai-ulama masa kini, tapi sejak jaman Wali Songo-pun, konflik seperti itu pernah terjadi. Bahkan, sejarah Islam telah mencatat bahwa jenazah Muhammad Rasulullah SAW baru dimakamkan tiga hari setelah wafatnya, dikarenakan para sahabat justru sibuk rebutan soal posisi khalifah pengganti Nabi (Tarikh Ibnu Ishak, ta'liq Muhammad Hamidi).
Di era Wali Songo -kelompok ulama yang "diklaim" oleh NU sebagai nenek-moyangnya dalam perihal berdakwah dan ajarannya, sejarah telah mencatat pula terjadinya konflik yang "fenomenal" antara Wali Songo (yang mementingkan syari'at) dengan kelompok Syekh Siti Jenar (yang mengutamakan hakekat). Konflik itu berakhir dengan fatwa hukuman mati bagi Syekh Siti Jenar dan pengikutnya. Sejarah juga mencatat bahwa dalam persoalan politik, Wali Songo yang oleh masyarakat dikenal sebagai kelompok ulama penyebar agama Islam di Nusantara yang cukup solid dalam berdakwah itu, Ternyata juga bisa terpolarisasi ke dalam tiga kutub politik; Giri Kedaton (Sunan Giri, di Gresik), Sunan Kalijaga (Adilangu, Demak) dan Sunan Kudus (Kudus).
Kutub-kutub politik itu memiliki pertimbangan dan alasan sendiri-sendiri yang berbeda, dan sangat sulit untuk dicarikan titik temunya; dalam sidang para wali sekalipun. Terutama perseteruan dari dua nama yang terakhir, itu sangat menarik. Karena pertikaian kedua wali tersebut dengan begitu gamblangnya sempat tercatat dalam literatur sejarah klasik Jawa, seperti: "Babad Demak", "Babad Tanah Djawi", "Serat Kandha", dan "Babad Meinsma".
Lagi-lagi, konflik itu diakibatkan karena persoalan politik. Perseteruan yang terjadi antara para wali itu bisa terjadi, bermula setelah Sultan Trenggono (raja ke-2 Demak) wafat. Giri Kedaton yang beraliran "Islam mutihan" (lebih mengutamakan tauhid) mendukung Sunan Prawata dengan pertimbangan ke-'alimannya. Sementara Sunan Kudus mendukung Aryo Penangsang karena dia merupakan pewaris sah (putra tertua) dari Pangeran Sekar Seda Lepen (kakak Trenggono) yang telah dibunuh oleh Prawata (anak Trenggono). Sedangkan Sunan Kalijaga (aliran tasawuf, abangan) mendukung Joko Tingkir (Hadiwijaya) , dengan pertimbangan ia akan mampu memunculkan sebuah kerajaan kebangsaan nusantara yang akomodatif terhadap budaya.
Sejarah juga mencatat, konflik para wali itu "lebih seru" bila dibandingkan dengan konflik ulama sekarang, karena pertikaian mereka sangat syarat dengan intrik politik yang kotor, seperti menjurus pada pembunuhan terhadap lawan politik. Penyebabnya tidak semata karena persoalan politik saja, tapi di sana juga ada hal-hal lain seperti: pergesekan pengaruh ideologi, hegemoni aliran oleh para wali, pengkhianatan murid terhadap guru, dendam guru terhadap murid, dan sebagainya.

WALISONGO DAN CARA DAKWAH MELALUI SENI WAYANG….
       Walisongo (Sunan Kalijogo), mengadopsi cerita wayang yg sudah menjadi budaya Jawa dengan latar belakang Hindu India (Mahabarata) . Baik tokoh, cerita dan 'firman' dalam cerita pewayangan tadi diubah (baca: dibelokkan) oleh walisongo, dipermak menjadi produk baru dan lagi2 produk ini dijual kepada orang2 Hindu Jawa. Bagi yang tahu, mending kabur kayak leluhurnya dahulu yg pada kabur ke Pulau Bali. Lagi2, bagi orang Jawa yg memiliki cerita pewayangan asli yg tidak percaya dg cerita wayang versi Walisongo disebut : Kapir, calon penghuni neraka.
Walisanga dalam mengemban tugas luhur dalam rangka mengIslamkan tanah Jawa, mengetahui bahwa wayang bisa menjadi sarana siar Islam yang sangat efektif. Dalam bukunya, Poerbosoebroto yang berjudul Wayang lambang Ajaran Islam, banyak sekali hal2 yang berkaitan dengan maksud Walisanga tadi.
Oleh walisanga, wayang diubah menjadi media dakwah Islam. Akidah Islam disiarkan melalui mitologi Hindu. Hal2 yang berkaitan dengan Dewa (Hyang, Sang Hyang) yang menjadi sesembahan masyarakat waktu itu dikait-kaitkan dengan cerita nabi. Mitologi Hindu berpegang pada dewa sebagai sesembahannya. Karena itu, walisanga memadukan cerita silsilah wayang dengan nabi2.
Cerita silsilah wayang digarap dan diurutkan ke atas sampai pada nabi Adam. Metode dakwah Walisanga lewat mitologi Hindu, sangat tepat dengan kontek budaya masyarakat Jawa waktu itu (abad 15) yang memeluk agama Hindu.
Untuk menyiarkan akidah Islam, Walisanga memilih cara atau metode, yang menurut Drs Ridin Sofyan cs dalam buku Islamisasi Jawa disebut 'de-dewanisasi' cerita (lebih tepatnya de-sakralisasi dewa/tuhan hindu kali ya .red). Cerita yang berhubungan dengan dewa2 diubah supaya akidah Islam bisa masuk hati sanubari masyarakat waktu itu.
Rukun Islam juga menjadi pilihan siar dan dakwah Islam. Kalimasada (kalimat sahadat) sebagai ajaran (tauhid) islam masuk dalam cerita pewayangan. Puntadewa yang juga mempunyai nama Dharmakusuma yang juga Yudhistira menjadi wayang pilihan yang memegang surat atau Jamus Kalimasada.
Prof Poerbatjaraka menerangkan bahwa Kalimasada berasal dari kata kali+maha+usada yang berarti 'suatu hal yang mempunyai nilai agung untuk sepanjang jaman'. Dalam dunia pewayangan, Kalimasada adalah jimat atau senjata pusakanya Prabu Puntadewa, raja Amarta. Dalam perang Barathayudha, Salya (dari kerajaan Kurawa) harus bertarung melawan Puntadewa. Salya mempunyai senjata pusaka Aji Candrabirawa yang dahsyat, namun dikalahkan oleh Puntadewa. Jamus Kalimasada mampu mengakhiri kekuatan Salya.
Dalam pedahlangan diceritakan bahwa Puntadewa adalah putra dari Dewi (dalam hal ini manusia) Kunthi dengan Bethara (Dewa ya dewa, bukan manusia) Darma melalui mantra Adityarhedaya. Dewa Darma di Kahyangan (Surga) adalah dewa kebenaran dan keadilan. Alkisah Prabu Pandhu saat itu ingin memiliki seorang putra yang dapat bertindak adil dan benar. Dalam pewayangan, Puntadewa memiliki watak/sifat yang halus,penurut, bersahaja, rela,iklas,sabar, menerima.Puntadewa menjadi tokoh wayang yang memiliki darah berwarna putih.Menjadi lambang wayang yang berhati bersih dan suci.Maka sangat tepat sekali bila Puntadewa dipilih sebagai tokoh yang memiliki Jamus Kalimasada. Masih berkaitan dangan hal Kalimasada atau kalimat sahadat, di tanah Demak ada cerita tutur tinular (cerita turun temurun kali ya, cerita dari kakek nenek). Waktu itu Sunan Kalijaga (salah satu tokoh walisanga) bertemu dengan seorang yang sudah tua pikun.Orang tadi mengaku bernama Darmakusuma, yang sudah lama sekali berkelana kemana mana. Pada akhirnya dia mengeluh kepada Sunan Kalijaga supaya diberitahu jalan mati (makssudnya: sudah tua pikun, pengin segera mati kog ya ndak mati2).Sunan Kalijaga memberi petunjuk untuk membaca Kalimasada atau kalimat sahadat.
Diceritakan bahwa setelah Darmakusuma membaca kalimasada, dia langsung meninggal. Mayatnya diurus dan dikuburkan dibelakang Masjid Demak. Ternyata kalimat sahadat dalam dunia pewayangan diletakkan oleh walisanga dalam penggarapan cerita wayang secara indah dan unik. Dalam bulan puasa yang penuh berkah dari Allah swt ini, watak dan sifat Puntadewa tadi dapatlah menjadi cermin atau teladan yang dapat diterapkan dalam dunia keluarga.(*).

ASAL USUL NAMA GUNUNG TAMBORA


ASAL muasal nama Tambora (GUNUNG TAMBORA) menurut cerita turun temurun ada dua versi, yaitu: Pertama, berasal dari kata lakambore dari bahasa Mbojo (Dompu/Bima) yang berarti mau ke mana, untuk menanyakan tujuan bepergian kepada seseorang. Kedua, dari kata ta dan mbora, dari bahasa Bima, kata "ta" yang berarti mengajak, dan kata "mbora" yang berarti menghilang, sehingga arti kata Tambora secara keseluruhan yaitu mengajak menghilang.
Ini berasal dari cerita turun temurun, dahulu ada seseorang sakti yang pertama kali ke gunung tersebut (sekarang Gunung Tambora), bertapa dan tidak diketemukan lagi karena telah menghilang di gunung tersebut. Kalau istilah bahasa Jawa-nya moksa, yaitu menghilang jasadnya secara tiba-tiba dan bisa dilihat oleh orang-orang tertentu yang mempunyai kemampuan dalam melihat roh halus. Kemudian orang sakti yang menghilang tersebut pernah menampakkan diri di sebuah pulau yang terletak di sebelah barat laut Pulau Sumbawa juga dapat terlihat dari puncak Gunung Tambora.
Maka pulau tersebut dinamai Pulau Satonda dari kata tonda yang berarti tanda/jejak kaki. Pulau tersebut dapat dilihat dari puncak Gunung Tambora, tampak dari atas berbentuk telapak kaki kanan manusia. Pulau Satonda sangat indah dengan pemandangannya yang masih alami, di tengah-tengah pulau tersebut terdapat danau yang jernih dan dikelilingi oleh tebing-tebing dari perbukitan yang masih alami. Diduga danau di Pulau Satonda tersebut mempunyai terowongan dari gua bawah laut menyambung dengan laut. Pulau Satonda dengan ketinggian antara 0 sampai 300 mdpl merupakan taman rekreasi (recreation park) dengan wilayah seluas 1.000 Ha mempunyai ciri-cirinya yang unik.
Sekarang pulau tersebut telah menjadi kawasan yang dilindungi (strict nature reserve). Pulau Satonda sangat baik untuk menjadi tempat untuk mempelajari hutan, karena hutan di pulau tersebut hancur akibat letusan Gunung Tambora pada tahun 1815. Juga banyak ditemukan jenis-jenis ikan yang baru dan hanya ditemukan di Danau Satonda saja. Pulau tersebut menjadi habitat sejumlah besar jenis-jenis burung yang dilindungi. Kesemua keindahan alam yang menjadi satu kesatuan menciptakan suatu fenomena indah, unik. Pesona alam di Gunung Tambora makin menambah keelokan panorama alam Indonesia. Kita semua wajib untuk mengenali dan melestarikannya. Alam Indonesia menjadi obyek penelitian yang sangat menarik oleh para ilmuwan.(*).













Minggu, 06 September 2009

207 orang ikuti pelatihan Pendampingan Gapoktan


DOMPU
Sebanyak 207 orang yang terdiri dari 69 petugas penyuluh pendamping (PPL) dan 138 orang pengurus (Ketua/Bendahara) Gapoktan mengikuti pelatihan penyuluh pendamping dan pengurus gapoktan program pengembangan usaha agrobisnis perdesaan (PUAP) di Kab. dompu tahun 2009 bertempat di Gedung SKB Dompu Senin (07/09).
Bupati Dompu yang diwakili Staf ahli Bupati H.Soehartomo SKM dalam sambutan pembukaan antara lain mengatakan, permasalahan petani di pedesaan adalah akses kepada sasaran dan prasarana produksi, khususnya akses kepada sumber pembiayaan, umumnya petani di pedesaan adalah petani miskin dan tidak mempunyai asset yang dapat dijadikan agunan sebagai persyaratan lembaga keuangan/bank. Data pada BPS kata Bupati, penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan di indonesia pada bulan maret 2008 lalu tercatat sebesar 34,96 juta jiwa atau sekitar (15,42 porsen). “Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan denganberbasis usaha agribisnis maka departemen pertanian meluncurkan program pengembangan usaha agri pedesaan (PUAP) kata Bupati Dompu.
Adapun tujuan program ini menurut Bupati, diantaranya yakni untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran melalui penumbuhan dan pengembangan kegiatan usaha agribisnis dan pedesaan sesuai dengan potensi wilayah yang ada. selain itu program ini juga untuk meningkatkan fungsi kelembagaan itu sendiri yaitu petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses kepermodalan.
Lebih lanjut Bupati menjelaskan, sasaran dari program tersebut berdasarkan surat keputusan Menteri Pertanian RI nomor: 1192/kpts/ut.160/3/2009 tanggal 20 Maret 2009, tentang penetapan Desa penerima dana pengembangan usaha agribisnis pedesaan (PUAP) tahun 2009 yang menetapkan kabupaten Dompu dalam tahun anggaran 2009 ini sebanyak 75 Desa PUAP, “Namun berhubung adanya beberapa kekeliruan pada penempatan dan penulisan nama desa dan nama kecamatan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya maka telah diajukan revisi/perbaikan nama-nama desa/kecamatan ke Departemen Pertanian RI, sehingga yang dapat ditetapkan dengan surat keputusan Bupati Dompu dengan nomor 286 tahun 2009 tentang penetapan nama penyuluh pertanian pendamping nama gapoktan penerima danaPUAP se-Kab. Dompu tahun 2009 sebanyak 69 penyuluh pendamping dan 69 gapoktan.
“Dengan pelatihan ini diharapkan peserta dapat mengkaji dan memahami berbagai kebijakan pemerintah dalam rangka meningkatkan kemampuan masyarakat yang dilakukan melalui berbagai program pembangunan terutama program gapokten tersebut. Pemerintah senantiasa responsif dalam mencermati setiap permasalahan yang dihadapinya. dan selain itu tetap memberikan dukungan, bantuan dan memfasilitasi agar masyarakat secara bertahap mampu membangun diri dan lingkungannya secara mandiri,” harap Bupati.
Selain dihadiri oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu selaku penitia penyelenggara, Acara pembukaan pelatihan tersebut juga dihadiri oleh seluruh dinas instansi lingkup Pemerintah Kabupaten Dompu. (Humas).